Rabu, 04 Desember 2013

Dua Kata Sederhana Yang Akan Membuat Keterampilan Menulis Anda Berkembang



Mungkin kita seringkali kagum pada keterampilan menulis seseorang yang semakin baik setiap hari sedangkan kemampuan kita masih jalan ditempat. Mungkin juga kita sering merasa iri pada penulis lain yang telah mampu menulis dengan lancar sedangkan kita menyusun paragraf menjadi bab saja sulitnya minta ampun.
Atau mungkin juga kita sering merasa terpesona membaca buku orang lain sedangkan buku kita belum rampung juga ditulis. Lalu kita bertanya, bagaimana, sih, cara menjadi penulis seperti mereka?
Jawabannya ada pada dua kata sederhana yang memiliki pengaruh besar ini: practice (latihan) yang massive (banyak).
Untuk menguasai keahlian apapun, termasuk keahlian menulis, anda butuh dua kata sederhana ini: practice (latihan) yang massive (banyak). Mari saya tunjukkan sebuah contoh perbandingan.
Mengapa seorang bocah umur lima tahun di Amerika sana sangat lancar berbahasa inggris, padahal mereka tidak pernah belajar bahasa inggris di sekolah? Dan mengapa pula kita orang Indonesia, setelah  belajar bahasa inggris bertahun-tahun di kelas, masih banyak yang tidak bisa berbahasa inggris?

Jawabannya karena si bocah Amerika itu selalu praktek (practice) bahasa inggris setiap hari selama beberapa tahun sebelumnya (massive). Sedangkan kita jarang sekali praktek bahasa inggris. Dan bahkan terkadang kebanyakan dari kita malas  dan tidak mau mempraktekkannya.

Contoh ini sama dengan perbandingan kita dan penulis sukses itu.
Mengapa kita sering sekali merasa sulit menciptakan tulisan yang baik dan menarik? Dan mengapa pula penulis hebat itu sangat lihai menciptakan tulisan yang baik, menarik dan bahkan menggugah?
Jawabannya karena kita jarang sekali latihan menulis atau bahkan sering sekali merasa malas untuk melakukannya. Sedangkan penulis yang telah sukses itu telah menulis banyak hal dalam waktu yang lama. Mereka telah memutuskan untuk menulis setiap hari walaupun hanya beberapa menit. Mereka telah mengorbankan waktu dan tenaga mereka untuk sesuatu yang mereka impikan sehingga mereka telah menjadi diri mereka yang sekarang.
Felix Siauw (Seorang Best Spiritual Motivator, Asli Palembang) dalam satu buku best sellernya, How To Master Your Habits, menuliskan,
“Bila seseorang banyak melatih dan mengulang, terpaksa ataupun sukarela, dia pasti akan menguasai keahlian tertentu. Inilah namanya pembentukan kebiasaan alias habits.”
Benar sekali Bang Felix, setuju banget. Bila kita banyak (massive) melatih (practice) minat kita, dalam hal ini adalah keahlian menulis, maka dalam keadaan terpaksa ataupun sukarela, pasti kita bakal menguasainya.

Apa yang ditulis Bang Felix ternyata sama dengan apa yang ditulis oleh Malcolm Gladwell dalam bukunya Outliers.

“Bahwa penguasaan dalam suatu bidang tertentu merupakan sederhana utama dari kesuksesan, dan penguasaan tersebut hanya bisa diperoleh oleh seseorang jika telah melakukan latihan minimal 10.000 jam.”
Ya, kita akan menguasai keahlian apapun yang kita minati, termasuk keahlian menulis, setelah kita berlatih selama 10 ribu jam. Kalo dihitung-hitung, 10 ribu jam itu sama dengan dua tahun. Jadi bila kita ingin ahli melakukan suatu hal, dalam hal ini menulis, berarti kita harus berlatih setiap hari selama kurang lebih dua tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar