Selasa, 07 April 2015

Senyuman Manis Putri Bisu,,

      Jam 03.00 sore nanti Aku ada jadwal mengajar komputer. Tapi sambil menunggu sore Aku putuskan untuk main ke taman. Di taman inilah biasanya Aku habiskan waktu senggang ku untuk menulis. Sedang asik menulis, tiba-tiba ada seorang cewek memakai sepeda berhenti 20 meter di depan ku. Dari mukanya dia masih SMP. Mukanya tampak pucat, mungkin karena dia kelelahan setelah bersepeda. Duduk dia di bangku dibawah pohon yang rindang. Kepalanya tertunduk lesu. Entah apa yang dipikirkannya. Tak sedikit pun ia memperhatikan sekitarnya. Karena iseng Aku coba pindah tempat duduk, lima meter dari bangkunya terduduk lesu. Aku buka lagi laptop untuk lanjut menulis. Tak sedikit pun dia menoleh ke arah ku atau ke arah mana pun. Dia hanya menatap tanah yang dari tadi terus dia korek-korek dengan sepatunya.
Sepuluh menit berlalu, ku geser tubuh ini mendekatinya.
“Hai,,” Sapa Aku.
Dia menoleh dan kembali tertunduk.
“Nama ku Giyo,,” Ku ulurkan tangan berusaha berkenalan dengannya.
Menoleh lagi dan kini ia tersenyum pada ku. Manis, manis sekali. Tapi sayang jarang sekali ia mengeluarkan senyumnya.
“Apa Aku mengganggu mu,,?”
Digelengkan kepalanya tanda Tidak.
Sekarang Aku bingung harus gimana lagi, setiap kata-kata ku hanya dia balas dengan raut wajah.
Sementara Aku masih kebingungan, dia keluarkan sebuah buku kecil. Dipegangnya erat dan sesekali ia buka dan menuliskan sesuatu di dalamnya.
Suasana hening, hingga ku lihat dia meneteskan air mata. Aku terkejut, Aku bingung, apa salah ku. Menyentuhnya pun tidak, tapi kenapa dia menangis.
“Kenpa kamu menangis,,?” Tanya ku heran.
“Maaf yahh kalau Aku mengganggu mu,,”

          Aku rasa hadirku tak membuatnya nyaman, kuputuskan untuk cabut dari taman ini. Lagian jam menunjukan hampir pukul 03.00, waktunya mengajar komputer.
“Emmm, Aku pergi dulu yahh, makasih buat kenalan dan senyumnya, jangan menangis lagi,,” Aku berdiri dan pergi megambil motor ku.
Sesekali ku lihat dari kaca spion, dia terus melihat ku hingga Aku keluar dari taman. Dalam hati ku bergumam, andai tidak ada jadwal mengajar pasti akan Aku temenin dia dan cari tahu dia lebih jauh.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
       Sepulang mengajar Aku kembali ke taman. Jam menunjukan pukul 05.30 sore. Yahh, sudah sesore ini jelas dia sudah tidak ada. Aku duduk di bangku tempat ia duduk tadi siang. Melirik ke kanan dan ke kiri, taman semakin sepi. Aku berdiri beranjak mau pulang. Tapi ku lihat sebuah buku kecil dibawah bangku. Buku yang ia pegang dari tadi. Aku mau kembalikan tapi gak tahu harus kemana. Aku buka halaman pertama, terlulis Putri Mutia. Setelah ku buka buka, ku temukan catatan:
“Kamu yang bawel dan banyak bicara, maaf aku tak menghiraukan mu. Aku tak mampu menjawab kata-kata mu. Nama ku Mutia. Aku sedih bukan karena kamu, tapi karena orang tua ku sedang ribut di rumah. Aku pergi ke taman ini agar pikiran ku bisa lebih tenang. Aku jenuh berada di rumah. Mendengar teriakan teriakan kasar dari orang tua ku. Sebenarnya Aku ingin cerita banyak ke kamu, tapi Aku gak bisa. Kamu orang yang ramah. Sekali ku mendengar suara mu, terasa nyaman ku di dekat mu. Tapi lain kali jika Aku bertemu lagi dengan mu, Aku akan menceritakannya pada mu. Terima kasih buat perkenalannya hari ini….. Kak Giyo.” Tersentak Aku sadar tulisan ini buat ku. Aku janji, Aku akan kembalikan buku ini pada Mutia, sekaligus mendengarkan cerota yang kamu janjikan pada ku.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Kring kring kring kring…” Deringa alarm Aku. Jam 5 pagi. Pasti, dia gak pernah telat bangunin Aku. “Makasih yahhh,,” Plaaakk, ku tekan alarm untuk memtikannya.
“Pagi, Mamm” sapa Aku ke Ibu sambil ngoyor ke kamar mandi. Aku lakukan aktivitas seperti biasa, kerja dan kerja. Heri ini lebih semangat dari biasanya, karena Aku punya janji untuk mencari pemilik buku itu hari ini. Tak sabar ingin menyelesaikan kerjaan hari ini.

           Sepulang kerja, Aku langsung pergi ke taman lagi. Tak lupa bawa laptop kesayangan. Duduk lagi Aku di tempat kemarin. Berharap bertemu lagi dengan Mutia.
Ku tunggu hingga menjelang malam. Mutia tak kunjung dating. Ahhh, tak mungkin ku bertemu Mutia malam hari ini. Gumam ku dalam hati. Dalam perjalanan pulang, tak sengaja ku bertemu dengan Mutia. Ya, aku yakin dia Mutia yang ku tunggu dari sore.
“Hai, Mutia. Ehh, ini buku kamu kan, aku mau balikin Buku mu ini” Ku sodorkan bukunya.
Dia tersenyum sambil menyatukan tangannya sebagai ungkapan terima kasih. Diambilnya buku itu dan berlari ia masuk ke dalam sebuah rumah. Ini pasti rumahnya. Sepi, tak ada tanda tanda keceriaan di rumah ini.
“Krekeettttt” Terdengar suara pintu terbuka.
Mutia keluar dari rumahnya dan berjalan perlahan menemui ku yang masih berdiri tegak di tep jalan depan rumahnya. Dilambaikan tangannya kepada ku. Ku balas lambaiannya. Dia tersenyum.
“Hai” Sapa ku.
“A aa a aay” Dia balik menyapa ku kaku. Dia tak banyak bersuara hingga dia keluarkan buku kecilnya dan dia tuliskan “Selamat datang di rumah ku, Kak Giyo” Ku baca dan heran.
“Mutia gak bisa berbicara normal seperti Kakak,,” Kembali dia tuliskan dalam buku dan di tunjukannya pada ku.
“Mutia Bisu,,” Ku baca terus apa yang dia tuliskan.
“Terima kasih mau menemui Ku,,” Kata ku membalas kata katanya.
“Sama sama, Kak,,”
         Aku mulai akrab dengan Mutia, aku mulai belajar mengerti bahasa isyarat dari Mutia. Meski kadang banyak aku salah memahami isyaratnya.
Dia begitu aktif, ceria. Tak seperti Mutia yang pertama ku lihat. Kami ngobrol banyak malam ini. Membicarakan banyak hal, seperti kasih yang telah lama tak bertemu. Mulai malam ini, aku berjanji pada diri ku sendiri akan terus membuat hari harinya bahagia. Melengkapi harinya yang selalu sendiri. Aku sadar, selama ini dia mungkin tak punya teman buat berbagi cerita. Kini, Aku disini, dan aku akan selalu disini untuk mendengar mu, mendengar semua cerita mu, membuat senyum mu terus bersinar menyinari dunia.  Mutia.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar