Senin, 30 Desember 2013

Game Simulasi Kereta OpenBVA 100 Mb,,





Anda gamers,,? Sudah coba berapa game,,? Banyak,,? Tapi belum lengkap jika anda belum mencoba game satu ini,, OpenBVA,,
Game ini menjadi salah satu game terbaik yang pernah saya mainkan,, Game ini bisa dibilang game simuasi Kereta,, Indonesia kan banyak keretanya tuhh, jadi anda wajib coba ini game,, ringan kok ukuran totalnya sekitar 100 mb,, downloadnya pun gampang,,

Rabu, 25 Desember 2013

Cara Mudah Membuat Read More di Blog



Berikut adalah langkah - langkah cara membuat read more di blogger.

Mode Compose
  1. Buatlah sebuah artikel seperti biasanya. Pastikan mode post editor dalam keadaan mode Compose.
  2. Tempatkan cursor mouse komputer anda di akhir kalimat yang ingin di potong, klik tool jump break (yang bergambar kertas sobek).
  3. Silahkan publikasikan artikel anda.
  4. Selesai.

Rabu, 04 Desember 2013

Teori Menulis Apa Yang Tepat Untuk Pemula?



Salah satu jawaban pamungkas yang saya berikan untuk penulis pemula ketika mereka menanyakan tentang teori menulis adalah: Jangan pikirkan teori dulu.
Lho, kok begitu?
Ya, seperti itulah! Menulis itu sama dengan berenang, yang penting nyebur dulu ke kolam. Masalah teori, itu belakangan. Intinya, kita harus praktek yang banyak dan sering dulu. Bila sudah praktek dan ternyata gagal, baru tanya teorinya. (Lahh, kalau berenang yang penting nyebur dulu, kalau gagal baru tanya teorinya,,? Kalau gagal berenang kan tenggelam,, >_< ) Intinya coba dulu.

Jika Motivasi Menulis Sering Naik Turun, Bagaimana?



Ada pertanyaan menarik seputar motivasi menulis dari teman saya di sini…
“Saya sering tidak fokus dalam menulis, sering mendapat motivasi tapi motivasi tersebut cepat meluntur, bagaimana tips dan kiat agar motivasi menulis meningkat ?”
Banyak lagi pertanyaan lain tentang langkah atau cara meningkatkan motivasi menulis serupa itu.
Jawab:
Semangat menulis naik turun merupakan hal biasa dalam dunia penulisan, khususnya dalam belajar menulis buku. Orang sering begitu bersemangat ketika di awal memulai sesuatu. Namun seiring waktu, perlahan motivasi menulis itu meluntur.
Bagaimana sebaiknya? Berikut ini tipsnya…

1. Ingat kembali tujuan menulis anda
Apa tujuan anda menulis? Coba tenangkan diri anda. Lihat kembali tujuan anda melakukannya. Apa yang ingin anda capai dari menulis. Apakah untuk mengekspresikan diri? Apakah untuk menghidupi keluarga? Apakah untuk membantu orang lain meraih kehidupan yang lebih lebih baik? Atau apa?
Coba ingat lagi tujuan anda menulis. Perjelaslah tujuan tersebut. Tujuan tersebutlah yang akan mendorong anda untuk tetap kuat terus semangat menulis.
2. Singkirkan Stress
Ketika motivasi anda menurun, mungkin saja anda sedang stres. Tekanan lingkungan sedang menghimpit anda. Dan itu sangat berpengaruh terhadap kondisi fisik dan mental anda.
Coba pikirkan baik-baik kondisi anda saat ini. Apakah stres yang anda alami ini berat atau ringan? Bila ringan, singkirkan agar anda bisa fokus pada goal anda! Jika masalahnya berat, selesaikan masalah itu, segera! Setelah itu barulah anda dapat dengan enteng berfokus pada goal. Bila masalah besar itu tidak anda selesaikan segera, anda akan terpasung.
3. Sharing dengan teman satu minat

Saat semangat anda down, mungkin anda perlu berbagi (sharing) dengan teman anda yang sama-sama penulis. Anda bisa ngobrol dengan teman anda. Anda ceritakan masalah anda pada mereka. Mungkin mereka punya solusi yang bisa membuat semangat menulis anda kembali bangkit.
Saya sering melakukan hal ini. Ketika semangat sedang down, saya paksakan diri saya untuk bertemu teman satu minat. Hasilnya tidak sia-sia, semangatpun muncul seketika. Jangankan mendengar masukan positif dari mereka, melihat wajah mereka saja sudah bikin saya semangat. Apakah anda juga pernah merasakan hal yang serupa?

Mengikuti pelatihan menulis juga akan membuat Anda bergairah karena, pertama, Anda akan menemukan banyak pengetahuan segar disana. Kedua, anda akan menemukan kumpulan orang yang bergairah. Rumusnya begini: Lesu + Banyak Pengetahuan Segar + Banyak Gairah = Sangat Bergairah.
5. Minta Pada Yang Maha Kuat
Setiap persoalan pasti ada solusinya. Cara tercepat untuk menenangkan diri dan bersiap untuk mendapatkan inspirasi adalah dengan menyerahkan diri kepada Allah SWT. Dekatkan diri anda pada-Nya. Perbanyak doa. Anda pasti diberi bila meminta pada-Nya. Tidak ada doa yang sia-sia. Bila anda lemah, mintalah pada Yang Maha Kuat! Ini adalah logika sederhana yang cocok untuk siapapun dan di zaman apapun.
Terakhir… Saya ingin berbagi pengalaman. Ketika saya sedang mengalami kondisi yang kurang bersemangat…
Maka saya akan tanyakan pada diri saya. Sampai kapan saya kurang termotivasi seperti ini? Sementara di depan sana, ada tujuan yang harus saya kejar. Bukan demi diri saya sendiri, tapi demi tujuan yang saya cintai: menuliskan solusi untuk masalah orang banyak. Untuk itu, saya harus bangkit! Bangkit! Bangkit!
Yes! Saya akan kepalkan tangan saya ke atas sambil meneriakkan kata-kata yang penuh semangat, “Saya Bisa!”
Bagaimana dengan anda, apakah anda punya pengalaman menarik seputar motivasi menulis? Mari berbagi bersama di kolom komentar.
 Sumber.

Dua Kata Sederhana Yang Akan Membuat Keterampilan Menulis Anda Berkembang



Mungkin kita seringkali kagum pada keterampilan menulis seseorang yang semakin baik setiap hari sedangkan kemampuan kita masih jalan ditempat. Mungkin juga kita sering merasa iri pada penulis lain yang telah mampu menulis dengan lancar sedangkan kita menyusun paragraf menjadi bab saja sulitnya minta ampun.
Atau mungkin juga kita sering merasa terpesona membaca buku orang lain sedangkan buku kita belum rampung juga ditulis. Lalu kita bertanya, bagaimana, sih, cara menjadi penulis seperti mereka?
Jawabannya ada pada dua kata sederhana yang memiliki pengaruh besar ini: practice (latihan) yang massive (banyak).
Untuk menguasai keahlian apapun, termasuk keahlian menulis, anda butuh dua kata sederhana ini: practice (latihan) yang massive (banyak). Mari saya tunjukkan sebuah contoh perbandingan.
Mengapa seorang bocah umur lima tahun di Amerika sana sangat lancar berbahasa inggris, padahal mereka tidak pernah belajar bahasa inggris di sekolah? Dan mengapa pula kita orang Indonesia, setelah  belajar bahasa inggris bertahun-tahun di kelas, masih banyak yang tidak bisa berbahasa inggris?

Jawabannya karena si bocah Amerika itu selalu praktek (practice) bahasa inggris setiap hari selama beberapa tahun sebelumnya (massive). Sedangkan kita jarang sekali praktek bahasa inggris. Dan bahkan terkadang kebanyakan dari kita malas  dan tidak mau mempraktekkannya.

Contoh ini sama dengan perbandingan kita dan penulis sukses itu.
Mengapa kita sering sekali merasa sulit menciptakan tulisan yang baik dan menarik? Dan mengapa pula penulis hebat itu sangat lihai menciptakan tulisan yang baik, menarik dan bahkan menggugah?
Jawabannya karena kita jarang sekali latihan menulis atau bahkan sering sekali merasa malas untuk melakukannya. Sedangkan penulis yang telah sukses itu telah menulis banyak hal dalam waktu yang lama. Mereka telah memutuskan untuk menulis setiap hari walaupun hanya beberapa menit. Mereka telah mengorbankan waktu dan tenaga mereka untuk sesuatu yang mereka impikan sehingga mereka telah menjadi diri mereka yang sekarang.
Felix Siauw (Seorang Best Spiritual Motivator, Asli Palembang) dalam satu buku best sellernya, How To Master Your Habits, menuliskan,
“Bila seseorang banyak melatih dan mengulang, terpaksa ataupun sukarela, dia pasti akan menguasai keahlian tertentu. Inilah namanya pembentukan kebiasaan alias habits.”
Benar sekali Bang Felix, setuju banget. Bila kita banyak (massive) melatih (practice) minat kita, dalam hal ini adalah keahlian menulis, maka dalam keadaan terpaksa ataupun sukarela, pasti kita bakal menguasainya.

Apa yang ditulis Bang Felix ternyata sama dengan apa yang ditulis oleh Malcolm Gladwell dalam bukunya Outliers.

“Bahwa penguasaan dalam suatu bidang tertentu merupakan sederhana utama dari kesuksesan, dan penguasaan tersebut hanya bisa diperoleh oleh seseorang jika telah melakukan latihan minimal 10.000 jam.”
Ya, kita akan menguasai keahlian apapun yang kita minati, termasuk keahlian menulis, setelah kita berlatih selama 10 ribu jam. Kalo dihitung-hitung, 10 ribu jam itu sama dengan dua tahun. Jadi bila kita ingin ahli melakukan suatu hal, dalam hal ini menulis, berarti kita harus berlatih setiap hari selama kurang lebih dua tahun.

Cerita Jus Jeruk Bintang 5 Yang Dapat Meningkatkan Kemampuan Menulis



Cerita mengenai  3 botol Jus jeruk bintang 5 ini sangat bagus menjelaskan nilai seorang penulis yang memiliki potensi sama namun menghasilkan kualitas berbeda hanya karena pergaulan dan lingkungan yang mereka pilih. Cerita ini sangat bagus dijadikan pelajaran bagi siapa saja yang sedang belajar menulis buku.
Ada 3 botol Jus jeruk, ketiga botol jus tersebut di produksi oleh perusahaan yang sama.
Ketika hari distribusi tiba, sebuah mobil datang ke perusahaan itu, mengangkut kaleng kaleng Jus jeruk. Lalu berangkat menuju tempat yang berbeda untuk dipasarkan.
Pendistribusian pertama adalah warung kelontongan. Kaleng Jus jeruk pertama diturunkan disana. Minuman ringan itu dipajang di meja bersama banyak barang lainnya dan diberi label harga Rp. 2.500.
Pendistribusian kedua adalah super market elit. Disana, kaleng jus jeruk kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan dalam wadah pendingin dan diberi lampu penerang supaya mudah terlihat konsumen dan dilabeli harga Rp. 5.000.
Pendistribusian terakhir adalah hotel bintang 5 yang super eksklusif. Kaleng terakhir Jus jeruk diturunkan disana. Kaleng ini tidak dipajang di meja atau di rak pendingin namun disimpan ditempat khusus yang hanya akan dikeluarkan jika ada pelanggan yang memesan. Dan bila ada yang memesan, kaleng ini dikeluarkan dengan pelayanan khusus. Dihidangkan oleh pelayan profesional, dibawa dengan baki perak nan mengkilap bersama dengan gelas kristal berisi es batu.
Dengan sopan pelayan hotel menyajikan sebotol jus jeruk itu ke pelanggan. Ia akan membuka tutup kaleng Jus jeruk itu. Lalu menuangkannya kedalam gelas. Dan anda bisa tebak harganya, Rp. 50.000.
Sekarang, pertanyaannya adalah: mengapa ketiga kaleng jus jeruk tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi oleh perusahaan yang sama, didistribusikan dengan mobil yang sama bahkan dengan bahan dan rasa yang sama pula?
Itu semua bisa terjadi karena “lingkungan” Jus jeruk tersebut mencerminkan harganya.
Ya, cerita diatas seperti mengatakan kepada kita: lingkungan anda mencerminkan harga diri anda. Di lingkungan yang tepat, harga sebuah kaleng Jus jeruk dapat dihargai dua kali atau bahkan sepuluh kali lipat dari kaleng Jus jeruk yang lain.
Pertanyaan berikutnya adalah: Bagaimana dengan kita?
Sudahkah kita memilih untuk berada di linkungan yang tepat, sehingga label harga diri kita juga akan meningkat dua kali, sampai puluhan kali lipat?
Apa yang dimaksud dengan lingkungan yang tepat?
Lingkungan yang tepat adalah lingkungan yang mendukung kita untuk mengembangkan potensi kita. Bisa jadi keluarga kita, anak istri kita, teman kita, bacaan kita, tontonan kita.
Maka, tidak salah bila banyak orang sukses mengatakan: ”Diri anda sekarang adalah buku apa yang anda baca dan siapa teman anda bergaul 5 tahun yang lalu.”
Itu artinya, kita secara sengaja telah menentukan nilai diri kita sekarang sejak 5 tahun yang lalu. Dan beginilah keadaan kita sekarang.
Atau dengan kata lain, berarti kita juga bisa dengan sengaja memilih lingkungan untuk meningkatkan nilai diri kita 5 tahun ke depan. Kita bisa dengan selektif memilih bacaan kita, teman bergaul kita, tontonan kita, organisasi kita dan komponen lain yang dapat mendukung dan mengembangkan potensi kita.
Bila dibawa ke dunia penulisan, apa yang dapat kita petik dari sekelumit cerita diatas?
Ya, jelas! Cerita diatas seolah bertanya kepada kita: Sudahkah kita memilih lingkungan yang tepat untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan menulis kita?
Ya, kawan, pilihlah lingkungan kita dengan baik dan teliti. Pilihlah lingkungan yang tepat untuk mengembangkan minat menulis kita. Pilihlah buku bacaan yang baik, pilihlah teman yang satu minat, carilah mentor alias guru, raihlah dukungan keluarga kita, rajin-rajinlah diskusi, dan banyak lagi aktifitas lain yang dapat mendukung minat kita.
Lakukanlah semua itu dan mulailah dari sekarang. Karena itu akan menentukan label harga kita 5 tahun dari sekarang. Atau bahkan lebih cepat dari itu.
”Diri anda sekarang adalah buku apa yang anda baca dan siapa teman anda bergaul 5 tahun yang lalu.”